Sabtu 01 Mar 2025 18:19 WIB

Bukan Soal Aurat, Sukatani Jelaskan Alasan Pemecatan Novi: Dipecat Sepihak

Pemecatan Novi dari SDIT Mutiara Hati dilakukan secara sepihak.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Band Sukatani saat tampil di Ngawi, Jawa Timur.
Foto: Instagram/Sukatani
Band Sukatani saat tampil di Ngawi, Jawa Timur.

REJOGJA.CO.ID, SEMARANG -- Band punk Sukatani buka suara soal pemecatan vokalisnya yakni Novi Citra Indriyati alias Ovi atau Twister Angel dari pekerjaannya sebagai guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Hati Banjarnegara, Jawa Tengah. Sukatani menyebut pemecatan terhadap Novi dilakukan secara sepihak.

"Saat ini juga banyak sekali narasi-narasi yang simpang siur terkait dengan pemecatan yang dilakukan oleh pihak yayasan kepada vokalis Sukatani. Kami meluruskan bahwa Twister Angel benar-benar diberhentikan (PHK) secara sepihak oleh yayasan tempatnya mengajar dengan alasan 'Twister Angel termasuk salah satu personel Sukatani Band Punk'," kata Sukatani lewat unggahan di akun Instagramnya, Sabtu (1/3/2025).

Sukatani menambahkan Novi alias Twister Angel juga tak disediakan ruang untuk memberi penjelasan kepada pihak yayasan. "Pemecatan tersebut dilakukan tanpa memberikan ruang dan kesempatan bagi Twister Angel untuk dimintai keterangan. Bahkan dalam surat pemecatan yang diterima sama sekali tidak menjelaskan apakah keikutsertaan Twister Angel sebagai personel Sukatani sebagai pelanggaran berat," ungkap Sukatani.

Sebelumnya Yayasan Al Madani yang menaungi SDIT Mutiara Hati Banjarnegara mengatakan, keputusan pemberhentian Novi Citra Indriyati sebagai guru di sekolah tersebut belum final. Novi adalah vokalis band punk Sukatani yang belakangan diketahui bekerja di SDIT Mutiara Hati, tapi telah diberhentikan karena dinilai melanggar kode etik.

Ketua Yayasan Al Madani Banjarnegara Khaerul Mudakir mengungkapkan, Novi mulai bekerja sebagai guru di SDIT Mutiara Hati pada 2 November 2020. Namun Khaerul mengaku, pihak sekolah serta yayasan sama sekali tak mengetahui aktivitas Novi di luar jam dan lingkungan sekolah.

"Di Yayasan Al Madani itu ada 118 guru karyawan, dan tentu saja kami tidak bisa memantau secara penuh aktivitas para guru di luar jam mengajar," kata Khaerul ketika memberikan keterangan pers di Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara, Senin (24/2/2025).

Dia menjelaskan, Yayasan Al Madani memiliki kode etik bagi para guru yang mengajar di sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan tersebut. Khaerul mengatakan, kode etik tersebut harus dipatuhi, tidak hanya di sekolah, tapi juga luar sekolah.

"Jadi ketika dia di sekolah adalah guru, sosok yang baik, yang bermoral, yang berakhlak, yang siap menjadi contoh bagi murid dan karyawan yang lain, termasuk di rumah pun begitu, juga di masyarakat. Jadi tetap memiliki komitmen yang sama baik di dalam sekolah maupun luar sekolah," ucap Khaerul.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement