Kamis 09 Nov 2023 12:47 WIB

Masalah Sampah DIY Diminta Diatasi Sebelum Masuk Musim Penghujan 

Awal November 2023 sudah ada beberapa wilayah di DIY yang mengalami hujan.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Sampah rumah tangga yang didominasi plastik menumpuk di Kali Code, Sorosutan, Yogyakarta, Rabu (25/10/2023). Menurut warga penumpukan sampah di Kali Code ini mulai sejak ditutupnya TPST Piyungan beberapa waktu lalu. Tumpukan sampah berserakan merusak pemandangan serta menimbulkan bau busuk yang mengganggu warga. Kondisi ini sudah dilaporkan kepada DLH Kota Yogyakarta, namun belum ada tindakan lebih lanjut.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Sampah rumah tangga yang didominasi plastik menumpuk di Kali Code, Sorosutan, Yogyakarta, Rabu (25/10/2023). Menurut warga penumpukan sampah di Kali Code ini mulai sejak ditutupnya TPST Piyungan beberapa waktu lalu. Tumpukan sampah berserakan merusak pemandangan serta menimbulkan bau busuk yang mengganggu warga. Kondisi ini sudah dilaporkan kepada DLH Kota Yogyakarta, namun belum ada tindakan lebih lanjut.

REJOGJA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Saat ini Provinsi DIY sudah memasuki pancaroba atau pergantian musim kemarau ke musim hujan. BMKG DIY memperkirakan bahwa seluruh daerah di DIY sudah memasuki musim hujan pada November 2023 dasarian 2 atau pekan ketiga November ini. 

Untuk itu, pemerintah daerah diminta bergerak cepat dalam mengatasi masalah sampah sebelum masuk musim hujan di DIY. Hal ini mengingat tumpukan sampah khususnya di tempat pembuangan sampah yang terkena hujan dapat menimbulkan masalah lingkungan dan masalah kesehatan. 

Baca Juga

"Problem sampah ini butuh perhatian serius, sampah itu bisa jadi sebab timbulnya penyakit. Selain itu sampah bisa rusak pemandangan karena Yogyakarta Kota Wisata," kata Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, Kamis (9/11/2023). 

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menyebut bahwa di awal November 2023 ini sudah ada beberapa wilayah di DIY yang mengalami hujan. Seperti di wilayah DIY bagian utara yakni di Kabupaten Kulonprogo bagian utara, Kabupaten Sleman bagian utara, dan Kabupaten Gunungkidul bagian utara. 

"Wilayah Jogja bagian utara, wilayah Kulon Progo Sleman utara, Gunungkidul sisi utara sudah mulai turun hujan, Secara bertahap di sisi selatan khatulistiwa semakin hari (hujan) menuju wilayah selatan sesuai pola pergerakan semu matahari," kata Warjono. 

"Sebagian kecil saja wilayah DIY hujan sampai kini," ungkapnya. 

Warjono juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu saat pancaroba ini. Menurutnya, perlu antisipasi utamanya terhadap potensi-potensi bencana yang bisa timbul selama pancaroba. 

"November proses pancaroba, disaat masa ini muncul cuaca ekstrem, hujan lebat angin kencang, sampai hujan es. Ini butuh kewaspadaan semuanya," jelas Warjono.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement