Ahad 09 Jun 2024 19:17 WIB

Bedah Cara Energi Bekerja, Talkshow Bedah Karma Digelar di Yogyakarta

Arsaningsih pada momen tersebut juga memperkenalkan metode Soul Meter (SM).

Red: Fernan Rahadi
Praktisi spiritual modern, Arsaningsih (tengah) bersama dr Rastho Mahotama (kanan) dalam konferensi pers Talkshow Bedah Karma dan Meditasi di Gedung Kononia UKDW, Yogyakarta, Ahad (9/6/2024).
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Praktisi spiritual modern, Arsaningsih (tengah) bersama dr Rastho Mahotama (kanan) dalam konferensi pers Talkshow Bedah Karma dan Meditasi di Gedung Kononia UKDW, Yogyakarta, Ahad (9/6/2024).

REJOGJA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Setelah sukses terselenggara di empat kota yakni Denpasar, Mataram, Badung, dan Surabaya, Talkshow Bedah Karma dan Meditasi mengunjungi kota Yogyakarta, tepatnya di Gedung Koinonia, UKDW, Yogyakarta, Ahad (9/6/2024). Talkshow yang diampu oleh praktisi spiritual modern Arsaningsih bersama moderator dr Rastho Mahotama tersebut berusaha memberikan pemahaman konkret dan praktis tentang bagaimana sistem hukum karma bekerja.

"Hukum karma seperti yang diketahui banyak orang adalah prinsip spiritual yang menjelaskan bahwa setiap tindakan akan menghasilkan konsekuensi. Ini sering disebut sebagai hukum tabur tuai, yang mengatakan bahwa kita akan menuai apa yang telah kita tanam," kata Arsaningsih dalam konferensi pers, Ahad.

Termasuk di dalamnya adalah pertemuan dengan individu-individu dalam hidup kita, termasuk sahabat, keluarga, bahkan mungkin musuh. "Segala kejadian baik menyenangkan maupun menyakitkan dianggap sebagai perbuatan masa lalu. Namun apakah hal ini benar adanya?" katanya.

Selain Talkshow Bedah Karma, juga diadakan sesi meditasi bersama, yang dipandu langsung oleh Arsaningsih yang merupakan penulis buku 'Soul Reflection' tersebut. Arsaningsih menuturkan bahwa meditasi dilakukan untuk memahami hakikat hidup, mudah menerima akan segala keadaan, ikhlas, serta tidak mudah stres.

"Soul reflection itu mengarahkan orang untuk memahami jati dirinya. Karena kalau kita mengenal diri sendiri maka kita akan bisa dan lebih mengenal Tuhan," kata Arsaningsih.

Meditasi, lanjut dia, bertujuan untuk membersihkan energi negatif dalam diri dan mengisinya dengan energi positif untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. "Intinya adalah mengubah pola energi secara sadar dan menciptakan proses energi baru itu untuk membuat suatu perubahan dalam hidup menjadi nasib yang baik. Namun kalau kita tidak memahami proses itu maka kita akan menanam hal yang buruk," kata wanita berusia 56 tahun itu.

Menurut Arsaningsih, apa yang dilakukannya adalah sebuah proses edukasi kepada masyarakat. Ia melihat pada umumnya permasalahan orang itu ada empat yaitu kesehatan, hubungan (relationship), kemakmuran, dan spiritual. "Apa yang saya lakukan adalah memberikan edukasi bagaimana menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut," kata Arsaningsih.

Arsaningsih pada momen tersebut juga memperkenalkan metode Soul Meter (SM), yakni metode untuk mengasah kepekaan mereka terhadap energi yang ada di sekitar mereka. Metode SM ini disebut bisa mengungkap bagaimana rahasia masa lalu dari cerminan hidup masa kini dan bagaimana menyelesaikan hal tersebut.

Acara talkshow yang digelar oleh Yayasan Cahaya Cinta Kasih tersebut rencananya akan juga digelar di Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya. Sebelumnya, acara di Denpasar menghadirkan 500 orang, di Lombok menghadirkan 300 orang, di Badung 1.500 orang, dan di Surabaya 700 orang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement