Takut Melarikan Diri
Karena dikhawatirkan lepas dari pemantauan, dan melarikan diri, penyidik akhirnya menangkap IS di Solo, Jawa Tengah (Jateng). “Oleh karenanya tim melakukan deteksi terhadap keberadaan yang bersangkutan, dan tadi malam berhasil diamankan di alamatnya di Solo. Dan dibawa tiba oleh penyidik ke Kejaksaan Agung untuk diperiksa. Jadi, tim penyidik tentu harus melakukan antisipasi karena ada kekhawatiran jangan sampai yang bersangkutan ini melarikan diri,” ujar Harli.
Pekan lalu, Jampidsus Febrie Adriansyah menyampaikan timnya memang sedang mengusut dugaan korupsi terkait dengan PT Sritex. Dia menjelaskan fokus penyidikan yang dilakukan timnya terkait dengan adanya dugaan penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit sejumlah perusahaan perbankan milik pemerintah kepada PT Sritex. PT Sritex adalah perusahaan tekstil yang berbasis di Sukoharjo, Jateng.
Perusahaan tersebut merupakan korporasi tekstil terbesar di Indonesia. Pada 21 Oktober 2024 melalui putusan pengadilan niaga, perusahaan yang beroperasi sejak 1966 tersebut dinyatakan bangkrut atau pailit. Kondisi tersebut berujung pada pemutusan hubungan kerja terhadap sedikitnya 11 ribu pekerja. Pada 1 Maret 2025 perusahaan yang sudah 59 tahun beroperasi tersebut, sayonara tutup permanen.
Sebelum mengumumkan penghentian operasional, tim kurator dari PT Sritex pada Januari 2025 sempat mengumumkan catatan utang-piutang setotal Rp 29,8 triliun. Jumlah tersebut dari sebanyak 1.654 kreditur. Namun dikatakan PT Sritex memiliki utang setotal Rp 4,2 triliun. Catatan utang tersebut, Rp 2,9 triliun di antaranya kepada Bank BNI; Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten senilai Rp 611 miliar; Rp 185 utang kepada Bank DKI; dan Rp 502 miliar kepada Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Jateng).