Sabtu 29 Mar 2025 09:51 WIB

Fakta Malam Lailatul Qadar Bisa Dibuktikan Secara Ilmiah

Malam Qadar mampu menciptakan sensasi kesejukan dan ketenangan kepada banyak orang.

Red: Fernan Rahadi
Rahmad Salahuddin
Foto: dokpri
Rahmad Salahuddin

REJOGJA.CO.ID, Oleh: Rahmad Salahuddin TP SAg MPdI

Dalam kajian astronomi terkait dengan pembuktian ilmiah hadis Rasulullah tentang Lailatul Qadar sebagaimana riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

‏"‏لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ، لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ، وَلَا يُرْمَى فِيهَا بِنَجْمٍ."

(HR. Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir)

"Lailatul Qadar adalah malam yang tenang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, tidak ada bintang yang dilempar pada malam itu hingga pagi harinya."

Penjelasan Ilmiah Tentang Lailatul Qadar

Penjelasan NASA

Pertama, Dr Abdul Basit Muhammad, seorang Ilmuwan dari Mesir mengungkapkan penjelasan NASA mengenai satu malam di mana sebanyak 10 ribu lebih bintang dan lebih dari 20 ribu meteor yang biasanya menabrak bumi tiba-tiba berhenti. 

Beliau menjelaskan sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة); tingkat suhunya sedang, tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.

Hal ini membuktikan secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam Lailatul di mana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.

Penelitian-Penelitian

Kedua, malam Qadar mampu menciptakan sensasi kesejukan dan ketenangan kepada banyak orang karena pengaruh perubahan kondisi atmosfer yang dapat mempengaruhi suasana dan kenyamanan lingkungan. 

Penelitian Ahrens 

Dari hasil penelitian Ahrens (2012) dalam Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment, perubahan tekanan udara dan kadar kelembaban dapat menciptakan kondisi yang lebih nyaman pada malam tertentu (Lailatul Qadar). 

Suhu yang lebih stabil, kelembaban yang seimbang, dan angin yang tenang dapat memberikan sensasi kesejukan yang dirasakan oleh banyak orang. 

Fenomena lain yang dikaitkan dengan Lailatul Qadar adalah langit yang tampak lebih cerah dan bersih dibandingkan malam lainnya. 

Secara ilmiah, hal ini dapat dijelaskan oleh faktor-faktor astronomi seperti posisi bulan, polusi cahaya, serta kondisi atmosfer pada waktu-waktu tertentu. 

Penelitian Phillips

Studi oleh Phillips (2017) dalam The Atmosphere and Weather: Scientific Insights menunjukkan bahwa pada beberapa malam (disinyalir sebagai Lailatul Qadar) dalam setahun, langit bisa tampak lebih cerah akibat pengaruh angin stratosfer dan pembersihan partikel di atmosfer. 

Faktor ini memungkinkan langit terlihat lebih bersih dan lebih terang dari biasanya.

Penelitian Bohren dan Huffman

Penelitian oleh Bohren & Huffman (1998) dalam Absorption and Scattering of Light by Small Particles menjelaskan bahwa hamburan Rayleigh dan Mie yang terjadi akibat partikel atmosfer dapat membuat cahaya matahari tampak lebih redup dan tidak menyilaukan pada kondisi tertentu. 

Jika pada malam sebelumnya atmosfer mengalami gangguan yang mengurangi partikel aerosol dan polutan, maka efek hamburan cahaya di pagi hari bisa berkurang, menyebabkan matahari tampak lebih lembut dan tidak terik.

“Inilah pembuktian ilmiah terjadinya malam Lailatul Qadar, meskipun menurut Ibnu Hajar Al Asqalani bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar yang dijelaskan oleh beberapa dalil tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.” (Fathul Bari, 4: 260).

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement