Lumpuhkan Pulau Jawa
Letusan Gunung Kelud pada 2014 dinilai lebih dahsyat dari 1990. Walaupun hanya berlangsung dua hari, tercatat empat orang meninggal dunia.
Aktivitas Gunung Kelud sudah terdeteksi meningkat pada akhir 2013. Namun, Gunung Kelud kembali tenang dan tiba-tiba statusnya meningkat dari Normal menjadi Waspada sejak 2 Februari 2014. Pada 10 Februari 2014, Gunung Kelud dinaikkan statusnya menjadi Siaga dan kemudian pada tanggal 13 Februari pukul 21.15 WIB diumumkan status bahaya tertinggi, Awas (Level IV).
Dalam radius 10 kilometer dari puncak pun harus dikosongkan dari manusia. Kurang dari dua jam, pada pukul 22.50 WIB telah terjadi letusan pertama tipe ledakan (eksplosif).
Erupsi tipe eksplosif Gunung Kelud pada 2014 seperti pada tahun 1990. Akibatnya hujan kerikil yang cukup lebat dirasakan warga di wilayah Kecamatan Ngancar, dan Kota Pare, Kediri, Jawa Timur. Wilayah Kecamatan Wates yang dijadikan tempat tujuan pengungsian warga dalam radius sampai 10 kilometer dari kubah lava, sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG).
Ledakan Gunung Kelud yang luar biasa dahsyat bahkan terdengar hingga Kota Surabaya, Solo dan Yogyakarta, yang berjarak 200 kilometer dari pusat letusan. Bahkan, warga Purbalingga, Jawa Tengah, yang jaraknya sekitar 300 kilometer juga mendengarnya.
Hujan abu vulkanik Gunung Kelud pada 14 Februari 2014 dini hari sudah mencapai Kabupaten Ponorogo. Bahkan, wilayah Yogyakarta diselimuti abu vulkanik yang cukup pekat, melebihi abu vulkanik dari Merapi pada 2010.
Ketebalan abu vulkanik di kawasan Yogyakarta dan Sleman diperkirakan lebih dari 2 sentimeter. Abu vulkanik yang terbawa angin juga sampai ke Kabupaten Ciamis, Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat.
Sementara di wilayah timur Jawa, daerah Madiun dan Magetan, abu vulkanik membuat jarak pandang untuk pengendara kendaraan bermotor atau mobil hanya sekitar 3-5 meter. Warga pun terpaksa mengendarai mobil atau motor dengan sangat pelan.
Hujan abu juga sempat melumpuhkan Jawa. Tujuh bandara di Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Cilacap dan Bandung, ditutup. Kerugian akibat peristiwa tersebut hingga miliaran rupiah, termasuk sekitar Rp 2 miliar di Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Pada awal Maret 2014, sebagian besar dari 12.304 bangunan hancur atau rusak selama letusan telah diperbaiki, dengan perkiraan biaya sebesar Rp 55 miliar.
Gunung Kelud baru kembali tenang pada 20 Februari 2014 status aktivitas diturunkan dari Awas menjadi Siaga (level III) oleh PVMBG. Pada 28 Februari 2014 status Gunung Kelud kembali turun menjadi Waspada (Level II). Letusan itu pun membuat kubah yang menyumbat jalur keluarnya lava hancur dan Kelud memiliki kawah kering.
Lihat postingan ini di Instagram