Senin 08 Jul 2024 14:45 WIB

MES Pekalongan-Pascasarjana UIN KH Abdurrahman Wahid Beri Edukasi Literasi Keuangan UMKM

Para peserta UMKM diharap bisa mempersiapkan laporan keuangan yang lengkap dan valid.

Red: Fernan Rahadi
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Pekalongan bekerja sama dengan Pascasarjana UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun laporan keuangan yang akurat dan valid di Gedung Auditorium Lantai 3 Pascasarjana UIN KH Abdurrahman Wahid.
Foto: dokpri
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Pekalongan bekerja sama dengan Pascasarjana UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun laporan keuangan yang akurat dan valid di Gedung Auditorium Lantai 3 Pascasarjana UIN KH Abdurrahman Wahid.

REJOGJA.CO.ID, PEKALONGAN -- Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Pekalongan bekerja sama dengan Pascasarjana UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun laporan keuangan yang akurat dan valid di Gedung Auditorium Lantai 3 Pascasarjana UIN KH Abdurrahman Wahid. Acara ini dihadiri oleh 70 peserta UMKM yang berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari kota dan kabupaten Pekalongan, namun juga dari kabupaten Batang, kabupaten Pemalang, hingga kabupaten Tegal.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber-narasumber terkemuka dalam bidang keuangan dan pendampingan UMKM, yaitu pengelola lembaga keuangan mikro syariah di Pekalongan, Moh Isro'i, konsultan pendamping UMKM dan pencetus model pelaporan keuangan 3in1, Baratadewa Sakti Perdana, dan petugas di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kantor pelayanan Tegal, Moh Fahmi Arrafi.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar para peserta UMKM dapat mempersiapkan laporan keuangan usaha yang lengkap dan valid sesuai kaidah akuntansi melalui model 3in1. Model ini mengintegrasikan laporan neraca, laba rugi, dan arus kas dalam satu lembar kerja yang terstruktur, memudahkan pemilik UMKM untuk menyusun dan memahami laporan keuangan tanpa memerlukan pengetahuan akuntansi yang mendalam.

Keunggulan Model Pelaporan Keuangan 3in1 untuk UMKM meliputi penyederhanaan proses pelaporan keuangan yang mengintegrasikan neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas dalam satu lembar kerja. Hal ini memudahkan pemilik UMKM untuk menyusun dan memahami laporan keuangan.

Selain itu, model ini meningkatkan transparansi dan akurasi, dengan informasi keuangan yang disajikan lebih rinci dan terstruktur. Model 3in1 juga dirancang untuk mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan, memungkinkan pemilik UMKM mengelola keuangan mereka secara mandiri tanpa harus bergantung pada jasa pembukuan eksternal yang mahal.

Dengan integrasi tiga laporan keuangan dalam satu lembar kerja, pemilik UMKM mendapatkan gambaran keuangan yang menyeluruh dan mudah dipahami. Ini mempermudah pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat dan berbasis data. Penggunaan model 3in1 dapat secara signifikan meningkatkan kinerja keuangan UMKM, termasuk peningkatan aset dan perubahan dari kerugian menjadi keuntungan dalam waktu singkat. Model ini juga dapat diterapkan pada berbagai jenis UMKM, dari sektor manufaktur, ritel, hingga jasa, dengan fleksibilitas yang memungkinkan penyesuaian sesuai kebutuhan spesifik setiap bisnis.

Selain itu, model 3in1 mendukung literasi keuangan pemilik UMKM dengan mempermudah pencatatan keuangan dan meningkatkan pemahaman tentang kondisi keuangan mereka. Dengan data keuangan yang lebih terstruktur dan mudah diakses, pemilik UMKM diharapkan mampu mengetahui perkembangan nilai aset, penjualan, profit, dan uang cash usahanya. Dengan demikian, mereka dapat melakukan evaluasi kinerja bisnis secara berkala dan merencanakan strategi keuangan untuk pertumbuhan di masa depan.

Moh Fahmi Arrafi dari OJK menyampaikan materi tentang manajemen keuangan pribadi. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya mengelola keuangan pribadi dengan bijak. "Keuangan pribadi yang terkelola dengan baik akan berdampak langsung pada stabilitas dan kesejahteraan keluarga," kata Fahmi dalam siaran pers yang diterima Republika, Senin (8/7/2024).

Perencanaan keuangan jangka panjang mencakup tujuan seperti pendidikan anak, pensiun, dan investasi. Dengan perencanaan yang baik, keluarga dapat mempersiapkan masa depan yang lebih cerah dan aman secara finansial. "Pengelolaan utang yang bijak juga sangat penting agar tidak membebani keuangan keluarga, termasuk mengetahui kapan dan bagaimana memanfaatkan pinjaman dengan bijak," lanjutnya.

Selain itu, pentingnya dana darurat, menurut Fahmi, tidak bisa diabaikan. Dana darurat ini sebaiknya cukup untuk menutupi biaya hidup selama beberapa bulan guna menghadapi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan mendadak. "Investasi dan tabungan juga harus menjadi bagian dari kebiasaan rutin untuk meningkatkan aset dan kekayaan keluarga, dengan pemahaman yang baik tentang berbagai instrumen investasi untuk mengoptimalkan hasil yang diperoleh," katanya.

Terakhir, pengelolaan pengeluaran harus dilakukan dengan menyusun anggaran keluarga yang realistis dan disiplin dalam mengelola pengeluaran sehari-hari agar tidak melebihi pendapatan.

Yang berbeda dari pelatihan sebelumnya adalah para peserta mendapatkan pendampingan selama satu pekan sejak selesai sesi pertama pada tanggal 2 Juli. Peserta dikelompokkan menjadi empat kelompok, masing-masing dengan seorang pendamping yang akan secara daring memberikan bimbingan. Pendampingan ini bertujuan agar materi yang telah diberikan dalam penyusunan laporan keuangan dapat diimplementasikan pada usaha masing-masing peserta.

Pada sesi kedua yang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2024, peserta diberikan materi tentang bagaimana cara pengambilan keputusan berdasarkan kondisi bisnis yang tersaji dalam laporan keuangan tersebut. Dengan adanya fasilitas pendampingan selama 1 minggu ini, diharapkan pemahaman pelaku UMKM dapat semakin dalam dan komprehensif.

Selain narasumber utama, pelatihan ini juga menghadirkan tamu istimewa, seorang pelaku UMKM yang telah sukses menerapkan model 3in1. Dalam jangka waktu 13 bulan setelah menggunakan model ini, asetnya bertambah hingga Rp 1 miliar. Meskipun dirinya sebagai direktur juga tetap mendapat gaji karyawan. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuannya dalam memisahkan harta pribadi dengan harta usaha, sebuah pencapaian penting dalam manajemen keuangan yang baik.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manajemen keuangan pribadi, para peserta pelatihan diharapkan dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak, sehingga dapat mempersiapkan masa depan keluarga dengan lebih baik dan mendukung stabilitas keuangan bisnis mereka.

Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para pelaku UMKM di Pekalongan, membantu mereka dalam menyusun laporan keuangan yang lebih baik dan meningkatkan kinerja bisnis mereka secara keseluruhan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement