Jumat 27 Oct 2023 15:49 WIB

Tim Labfor Analisis Kelayakan Kaca di Jembatan Limpakuwus Banyumas

Polisi tengah menyelidiki unsur-unsur kelalaian dalam insiden ini.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Fernan Rahadi
Tangkapan layar peristiwa Jembatan Kaca The Geong di Baturraden pecah dan menewaskan satu wisatawan.
Foto: Dok. Istimewa
Tangkapan layar peristiwa Jembatan Kaca The Geong di Baturraden pecah dan menewaskan satu wisatawan.

REJOGJA.CO.ID,  BANYUMAS -- Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah masih menganalisis mengenai kelayakan kaca di objek wisata jembatan kaca yang pecah di wisata Hutan Limpakuwus Banyumas, Jawa Tengah.

Insiden yang terjadi pada Rabu (25/10/2023) tersebut telah memakan korban jiwa seorang wisatawan asal Cilacap.

Baca Juga

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi mengungkapkan, saat ini belum ada penetapan tersangka atas insiden tersebut. pihaknya masih melakukan pemeriksaan sebanyak 12 saksi dan juga ahli konstruksi bangunan.

"Belum (penetapan tersangka) masih pemeriksan saksi-saksi sama ahli kontruksi bangunan," ujar Agus kepada Republika, Jumat (27/10/2023).

Kelayakan konstruksi bangunan tersebut diperiksa oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah beserta ahli di bidang konstruksi. Adapun yang diperiksa adalah kelayakan kaca yang digunakan, apakah bisa digunakan untuk tempat wisata atau tidak.

Dari hasil pemeriksaan di TKP diketahui bahwa kaca yang menjadi alas jembatan tersebut hanya setebal 1,2 sentimeter.

"Kaca yang kami dalami di TKP tebalnya sekitar 1,2 sentimeter dan lebar 118 sentimeter dengan panjang 243 sentimeter tiap lembarnya," ungkapnya.

Nantinya pihak labfor yang akan menjelaskan mengenai temuan di lapangan, dan apakah kaca dan konstruksi jembatan tersebut layak untuk menjadi objek wisata. Rencananya kepolisan akan melakukan gelar perkara, besok, Sabtu (28/10/2023).

"Besok rencana kami gelarkan. Untuk Labfor masih proses," ujarnya.

Saat ini pihak kepolisian tengah menyelidiki unsur-unsur kelalaian dalam insiden ini. Selain ketebalan lapisan kaca yang sangat tipis, ada beberapa catatan penting yang menjadi bukti kelalaian pengelola.

Beberapa di antaranya yaitu jembatan kaca kaca the Geong tidak pernah dilakukan perawatan khusus oleh pemilik wahana, tidak pernah dilakukan uji kelayakan wahana. Pengujian kelayakan kontruksi jembatan dilakukan oleh karyawan sendiri. 

"Karyawan yang menguji tidak memiliki keahlian atau bidang kontruksi, hanya berdasarkan pengalaman kerja di bidang wisata," jelas Kompol Agus. 

Sebelumnya jembatan kaca The Geong di Hutan Limpakuwus Banyumas pecah dan mengakibatkan empat orang wisatawan asal Cilacap jatuh dari ketinggian 15 meter. Insiden yang terjadi pada Rabu (25/10/2023) mengakibatkan seorang korban terluka parah dan satu orang meninggal dunia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement