Selasa 13 Sep 2022 22:36 WIB

Gapoktan Wana Tani Lestari Wonosobo Raih Penghargaan KEP Tingkat Nasional

Gapoktan Wana Tani Lestari fokus bergerak pada bidang peternakan kambing.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Muhammad Fakhruddin
Gapoktan Wana Tani Lestari Wonosobo Raih Penghargaan KEP Tingkat Nasional (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho
Gapoktan Wana Tani Lestari Wonosobo Raih Penghargaan KEP Tingkat Nasional (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,WONOSOBO -- Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) asal Desa Cledok, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo sukses meraih penghargaan kategori Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Tingkat Nasional dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo, di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Penyuluh Pertanian Lapangan Gapoktan Wana Tani Lestari Sutarno melalui sambungan telepon menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya menumbuhkan peran aktif petani milenial dalam peningkatan produksi dan daya saing produk pertanian.

Selain itu, juga untuk pengembangan ekosistem kewirausahaan pertanian, membangun jejaring petani milenial antar wilayah, serta upaya antisipasi krisis pangan.

Melalui capaian prestasi ini, diharapkan mampu menjadi motivasi dan semangat bagi seluruh Gapoktan di Wonosobo untuk maju dan berkembang dengan lebih baik. Menurutnya, Gapoktan Wana Tani Lestari fokus bergerak pada bidang peternakan kambing dan pengolahan opak singkong dengan pengembangan dana PUAP sebesar 470 juta rupiah pada 2021.

“Saya harap, penghargaan tersebut mampu menjadi motivasi dan semangat bagi seluruh Gapoktan lain di Wonosobo untuk maju dan berkembang dengan lebih baik, Gapoktan Wana Tani Lestari juga melayani kegiatan simpan pinjam, jual beli sembako, dan pelayanan PPOB,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika, Selasa (13/9/22).

Dilansir dari website resmi Balitbangtan, Mentan menyampaikan, petani milenial menjadi aset Indonesia dalam menghadapi krisis pangan karena memiliki daya kreatif, selalu aktif, serta memiliki relationship yang luas.

Untuk itu, Yasin berpesan kepada petani milenial agar menyiapkan tiga hal untuk menghadapi tantangan, yaitu mitigasi, adaptasi, dan kolaborasi. Masa depan pertanian bangsa akan lebih baik jika petani milenial punya kemauan untuk memajukannya.

Kegiatan ini juga menampilkan pameran produk pertanian unggulan dan gelar teknologi smart farming, sosialisasi program utama Kementerian Pertanian, sosialisasi aplikasi petani milenial, penandatanganan PKS dengan perbankan terkait KUR untuk petani milenial. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement