Ahad 31 Jul 2022 15:48 WIB

APG 2022, Indonesia Incar Enam Emas di Para-Powerlifting

Atlet Indonesia bersaing di 13 kelas dari 18 kelas yang dilombakan.

Rep: c02/ Red: Yusuf Assidiq
 Suasana latihan atlet para powerlifting Indonesia.
Foto: Muhammad Noor Alfian
Suasana latihan atlet para powerlifting Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Enam medali emas menjadi bidikan timnas para powerlifting atau angkat berat Indonesia pada ASEAN Para Games (APG) XI  2022. Untuk memburu target itu, kontingen Indonesia memersiapkan sebanyak 13 lifter.

Pelatih Coni Ruswanta menjelaskan ada 13 atlet Indonesia yang diturunkan pada para powerlifting, di antaranya adalah empat pendatang baru. Tim tersebut terdiri atas lima atlet putra dan delapan putri.

‘’Ada empat atlet debutan dalam tim ini. Tapi mereka juga mempunyai kemampuan cukup bagus. Jadi punya peluang memburu medali,’’ kata dia.

Namun, Coni percaya para atlet mampu membawa pulang enam medali emas tersebut. Dalam hal itu, ia mengatakan mereka akan bersaing di 13 kelas dari total 18 kelas yang dilombakan di Hotel Solo Paragon.

‘’Saya yakin, para atlet mampu memenuhi target tersebut. Mereka telah bertekad meraih medali emas sebanyak-banyaknya, karena tampil di rumah sendiri pada APG kali ini,’’ katanya.

Senada dengan hal tersebut, Atmaji Priyambodo atlet asal Sragen, Jawa Tengah, yakin bisa membawa pulang medali emas. Sebab, penantang terberat Yeekie di kelas 95 kilogram (kg) putra dari Malaysia absen pada APG 2022 akibat mengalami cedera serius.

‘’Pada beberapa kali pertemuan, Yeekie yang meraih medali emas dan saya perak. Tapi karena tidak turun, maka peluang bagi saya lebih terbuka. Rival lain saya nanti atlet-atlet dari Thailand, Singapura dan pendatang baru dari Malaysia juga,’’ ujar Atmaji.

Sementara itu, atlet para-powerlifting, Ni Nengah Widiasih pun mengungkapkan rasa optimisme. Secara jam terbang, lifter asal Bali tersebut telah menorehkan namanya di tingkat dunia. Sebelumnya, ia telah meraih medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020 dan perunggu pada Paralimpiade Rio de Janeiro 2016.

‘’Saya tak tahu perkembangan mereka, karena tidak pernah bertemu sejak APG Malaysia 2017. Selain Filipina dan Laos, biasanya ada atlet Vietnam, namun dia absen kali ini. Tapi saya yakin bisa tampil terbaik pada APG nanti,’’ tegasnya.

Lifter yang biasa disapa Widi itu akan menghadapi rival-rival dari kontingen lain, di antaranya Filipina dan Laos di kelas 45 kg putri. Namun, rekor para angkat berat Asia Tenggara pada kelas 45 kg putri, hingga kini masih dipegang atlet berusia 30 tahun tersebut.

‘’Kalau tidak salah, rekor saya di Asia Tenggara 95 kilogram pada APG Malaysia 2022,’’ kata dia.

Sebelumnya, Ni Nengah belum sepenuhnya mengamankan tiket lolos ke Paris. Pasalnya masih banyak kualifikasi yang perlu dijalani sebelum melakoni laga tersebut.

“Doakan ya, sejauh ini saya sudah dua kali menjadi kualifikasi, baik di Korea maupun Jepang. Tapi ke depan masih banyak kualifikasi, jadi doakan saja. Tapi kalau secara rangking saya aman dan semoga sampai Paris saya bisa lolos,” ujarnya

Secara total ada 62 atlet dari 10 negara yang akan bersaing di arena angkat berat APG 2022. Negara-negara itu adalah tuan rumah Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Laos, Timor Leste, Kamboja, dan Myanmar. Satu-satunya negara yang absen di cabang angkat berat adalah Brunei Darussalam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement