Kamis 16 Jun 2022 19:02 WIB

Kasus Landai, Dinkes Yogya Waspadai Subvarian Omicron 

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan BA.4 dan BA.5 tersebut.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5
Foto: Republika
Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta terus landai dan terkendali. Meskipun begitu, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tetap mewaspadai subvarian Omicron yakni BA.4 dan BA.5. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, saat belum ditemukan adanya kasus dari subvarian baru ini di Kota Yogyakarta. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan BA.4 dan BA.5 tersebut. 

"Varian apapun sama, dalam artian mengantisipasinya sama. Tetap protokol kesehatan, virusnya juga sama, hanya variannya saja," kata Emma di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (16/6). 

Emma menyebut, percepatan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) terus dilakukan untuk mengantisipasi subvarian ini. Saat ini, capaian booster di Kota Yogyakarta juga sudah cukup tinggi.

"Kami sudah cepat, kami sudah 86 persen lebih untuk booster. Sementara di wilayah lain, paling tinggi Sleman baru 30 persen," ujar Emma 

"Ini akan tetap kami kejar sampai 100 persen. Kemarin gaungnya dari Sekda (Kota Yogya) mempercepat booster ini," kata Emma menambahkan. 

Emma menuturkan, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta hanya berkisar satu sampai dua kasus per hari. Bahkan, juga ada yang dilaporkan nihil penambahan kasus. 

Saat ini, kasus aktif di Kota Yogyakarta juga hanya tercatat 11 kasus. Seluruhnya, kata Emma, menjalani isolasi mandiri karena tidak bergejala. 

"Kasus positif masih ada 11 kasus, shelter kosong, semua isolasi mandiri. Omicron kan lebih ke tidak bergejala," ujar Emma. 

Selain mempercepat booster, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaningastutie juga sudah mengatakan, pengetatan screening di pintu masuk ke DIY akan dilakukan untuk mengantisipasi subvarian baru tersebut. Terutama kedatangan dari luar negeri, mengingat kasus yang sudah ditemukan di Indonesia dikarenakan adanya riwayat perjalanan luar negeri.

"Jadi kita sekarang harus perketat adalah pintu kedatangan luar negeri di YIA," kata Pembayun belum lama ini.

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan guna mencegah penularan varian baru itu. Hal ini dilakukan sembari mempersiapkan laboratorium yang memiliki kemampuan Whole Genome Sequencing (WGS).

Pasalnya, varian baru ini disebut hanya dapat terdeteksi melalui WGS. Pihaknya juga berkoordinasi dengan kabupaten/kota se-DIY untuk mengirimkan sampel ke laboratorium dari kasus Covid-19 yang memiliki gejala mirip Omicron.

"Terjaringnya (varian baru) kan dengan itu (WGS), seperti BBTKLPP, FKKMK-UGM, RSUP Sardjito siap lakukan itu," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement