Kamis 24 Mar 2022 16:26 WIB

Sleman Terus Pulihkan Sektor Pariwisata dari Hantaman Pandemi

Salah satu strategi dengan mengembangkan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Kantor Pemkab Sleman.
Foto: Wahyu Suryana.
Kantor Pemkab Sleman.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemkab Sleman, DIY, terus melaksanakan pemulihan sektor pariwisata setelah terdampak pandemi Covid-19. Bupati Sleman, Kustini Purnomo mengungkapkan, tahun ini disediakan anggaran Rp 3,4 miliar menyambut Pekan Olahraga Daerah (Porda).

Untuk hibah promosi wisata Sleman, Pemkab Sleman menyediakan Rp 1 miliar untuk agenda-agenda tertentu yang nanti menggerakkan perekonomian. Pemkab Sleman telah pula mengembangkan destinasi wisata berbasis masyarakat melalui 53 desa wisata.

Nantinya, Pemkab Sleman akan memberikan pendampingan terhadap desa-desa wisata tersebut untuk menggali potensi dan keunikan desa. Kustini berharap, berangkat dari pariwisata maupun kebudayaan nantinya akan selalu diberikan pendampingan.

"Harapannya, setiap wisata yang tumbuh, maka akan tumbuh juga sektor perekonomian," kata Kustini, Kamis (24/3/2022). Selain itu, Pemkab Sleman telah meluncurkan Calender of Event 2022, yang mana masyarakat nanti bisa melihat agenda-agenda wisata yang ada di Sleman.

Ia berharap, mitra-mitra media dapat pula mempromosikan agenda-agenda yang ada. "Di mana terdapat unggulan-unggulan wisata yang berada di Kabupaten Sleman," ujar Kustini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono menuturkan, pariwisata di Sleman mengalami peningkatan 2021 saat meningkatkan kasus Covid-19. Terlihat dari naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata jadi Rp 147 miliar.

Lebih besar 18 persen dibandingkan 2020, dengan PAD sektor wisata di Sleman hanya sebesar Rp 117 miliar. Namun, di tengah peningkatan PAD itu, terjadi penurunan jumlah wisata di Sleman selama masa pandemi Covid-19.

Catatan Dispar Sleman, pada 2019 jumlah wisatawan di Sleman 10,3 juta dan pada 2020 4,25 juta. Dari sisi kunjungan rendah, tapi dari sisi PAD meningkat. Itu artinya, usaha jasa pariwisata (UJP) lebih kuat dibanding destinasi wisata.

Seperti penginapan, rumah makan dan hotel di Sleman, sehingga UJP ini harus dikuatkan. Suparmono berpesan, selama penegakan prokes di destinasi wisata dilakukan teratur, dapat membangkitkan sektor wisata di Sleman pada 2022 ini.

"Bahkan, lebih tinggi jika dibandingkan pada 2021 yang telah recovery di tengah serangan Delta dan Omicron. Saya yakin, pada 2022 ini pemulihannya lebih baik, dengan Calender of Event untuk meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Sleman," katanya.

Panewu Prambanan, Ishadi Zayid menambahkan, salah satu strategi yang dilakukan dalam memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Sleman dengan mengembangkan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. Termasuk, di tingkat kalurahan.

Misalnya, di Tebing Breksi, masyarakat ikut andil mengelola menjadikan Tebing Breksi ini merupakan salah satu destinasi wisata unggulan. Yang mana dapat, memberi kontribusi bagi APBK Kalurahan Sambirejo hingga sebesar Rp 1,2 miliar.

Hal itu jadi salah satu bukti pengelolaan wisata berbasis masyarakat kalurahan memiliki kontribusi, dan dapat bermanfaat untuk masyarakat maupun pemerintah. Masyarakat dapat berkontribusi, mengembangkan ekonomi di destinasi wisata.

Selain itu, langkah lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan destinasi wisata memanfaatkan banyaknya kunjungan wisatawan. Dengan menyediakan wisata pendukung seperti penanaman buah dan destinasi minat khusus seperti paralayang.

"Kita berharap dengan itu dapat menjadi pemicu perekonomian di Kabupaten Sleman," ujar Ishadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement