Senin 21 Mar 2022 17:19 WIB

Bupati Sleman Buka kegiatan Festival Gateball

Festival Gateball merupakan wadah kegiatan positif bagi generasi muda.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi
Bupati Sleman Kustini Purnomo (tengah)
Foto: Dokumen
Bupati Sleman Kustini Purnomo (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Kustini Purnomo, secara resmi membuka kegiatan Festival Gateball di Lapangan Pemda Sleman. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman ini puncak rangkaian peringatan HUT 20 BNN.

Kepala BNNK Sleman, Siti Alfiah berharap, kegiatan ini dapat menjadi media bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan menyalurkan kemampuannya. Sehingga, bisa menjadi pribadi yang tangguh dan terjauh dari penyalahgunaan narkotika.

"Festival Gateball ini diikuti delapan klub senior, enam klub junior dan 10 sekolah tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Sleman," kata Siti, Ahad (20/3/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Kustini Purnomo menuturkan, Festival Gateball merupakan wadah kegiatan positif bagi generasi muda dalam menyalurkan energinya. Sehingga, mereka disibukkan kegiatan positif, terhindar dari hal-hal negatif.

Kustini menyambut baik usaha BNNK Sleman yang jadikan gateball sebagai olahraga pengisi rangkaian HUT BNN. Ia menilai, kegiatan itu tidak cuma memberi ruang, tapi mengenalkan keberadaan gateball ke masyarakat luas maupun warga Sleman.

Apalagi, dalam olahraga gateball ini setiap pemain hanya memegang tongkat atau stik sendiri dan memainkan satu bola saja. Selain itu, ada upaya-upaya menjaga jaraknya yaitu sesudah memukul bola, kita dapat saling menjaga jarak berjauhan.

"Gateball merupakan olahraga bersifat barrier-free atau olahraga tanpa batas, yang cocok dimainkan segala usia mulai anak kecil, remaja, hingga orang tua. Dalam pandemi Covid-19 seperti sekarang, gateball ini cocok untuk dimainkan," ujar Kustini.

Terpisah, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri partai final Liga Anak PSS Sleman KU-10 dan KU-12 di Stadion Tridadi, Sleman. Kompetisi diselenggarakan Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sleman.

Danang mengaku bangga sekaligus mengapresiasi Askab PSSI Sleman dan semua pihak yang turut menyukseskan gelaran itu. Ia menilai, kompetisi semacam ini penting untuk dilaksanakan rutin guna mengembangkan potensi sepak bola sejak usia dini.

Ia berharap, dari pertandingan tersebut nantinya muncul bibit pesepakbola andal dari Sleman yang bisa berkiprah di tingkat nasional, bahkan internasional. Jika dibina dengan baik, diadakan kompetisi secara kontinyu, dan didukung orang tua.

"Pasti nanti akan lahir pesepakbola andal dari Sleman," kata Danang.

Ketua Askab PSSI Sleman, Wahyudi Kurniawan menerangkan, kompetisi ini dibagi ke dalam Kelompok Usia 10 dan 12 dengan masing-masing kelompok usia diikuti 20 tim. Kompetisi yang dilaksanakan selama lima pekan tersebut digelar di tiga tempat.

Babak penyisihan di Lapangan Pandowoharjo dan Purwabakti Mandala Kalasan, babak delapan besar hingga final diadakan di Stadion Tridadi. Ini sesuai tagar Askab PSSI Sleman, Pembinaan Sepakbola Terprogram Berjenjang dan Berkelanjutan.

"Ini baru pertama kali. Harapannya bisa diadakan setiap tahun," ujar Wahyudi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement