Kamis 22 Apr 2021 23:16 WIB

Jan Ethes, Cucu Jokowi yang Bercita-cita Jadi Presiden

Jan Ethes kerap mengajukan komplain kepada orang tuanya lantaran terlalu sibuk.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Andi Nur Aminah
Presiden Joko Widodo menggandeng cucunya, Jan Ethes di kawasan Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo menggandeng cucunya, Jan Ethes di kawasan Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12).

REPUBLIKA.CO.IDm SOLO -- Cucu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jan Ethes Srinarendra, ternyata bercita-cita ingin menjadi presiden. Hal itu lantaran Jan Ethes melihat kesibukan bapaknya sebagai Wali Kota Solo dan kakeknya yang menjadi Presiden RI.

Cita-cita Jan Ethes tersebut diungkapkan sang ibunda, Selvi Ananda, dalam acara Talkshow Virtual Spesial Hari Kartini bertema Perempuan di Garda Terdepan Pembangunan, Kamis (22/4). Selvi bercerita, ketika sang suami, Gibran Rakabuming Raka, memutuskan mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo, dia memulai proses adaptasi. Sebab, sebelumnya dia berperan sebagai ibu rumah tangga 24 jam bersama anak-anak. 

Baca Juga

Dia berkeyakinan nantinya kondisi akan sangat berbeda ketika Gibran terpilih sebagai Wali Kota. Namun, Selvi mengaku hal itu sekarang seperti menjadi tantangan tersendiri untuk dapat melakukan peran ganda, yakni sebagai ibu rumah tangga dan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo, dengan baik. "Ketika aktivitas di luar saya harus memastikan anak-anak di rumah bisa melakukan kegiatan dengan baik," ujar Putri Solo 2009 tersebut.

Menantu Presiden Jokowi tersebut kerap memberikan penjelasan kepada anaknya, terutama Jan Ethes yang sudah berusia lima tahun, terkait kesibukan bapaknya sebagai Wali Kota. Selain itu, juga terkait kesibukannya membantu sang suami untuk memimpin Tim Penggerak PKK Solo. Sehingga, Jan Ethes mengetahui kegiatan yang dilakukan orang tuanya.

"Alhamdulillah anak saya termotivasi dan bilang 'Mas Ethes kalau besar ingin jadi presiden'. Ini memberikan nilai positif untuk anak. Menjadikan motivasi tersendiri bagi anak melihat kegiatan orang tua dan kakeknya seperti apa," terang Selvi.

Dia mengakui, Jan Ethes kerap mengajukan komplain kepada orang tuanya lantaran terlalu sibuk. Ethes, lanjut Selvi, mempertanyakan bapaknya yang bekerja sampai sore, padahal dia ingin ditemani bermain. Selvi merasa, anaknya sudah mulai kritis dan menyampaikan apa saja yang dirasakan.

"Wujud yang diinginkan anak tidak hanya materi, tapi keberadaan orang tua untuk menemani justru lebih besar. Bagaimana orang tua dapat melakukan perannya dengan baik," ucapnya.

Terkait peran perempuan di masa sekarang ini, Selvi menilai perempuan bisa melakukan peran ganda dengan baik tanpa meninggalkan kodrat sebagai istri dan ibu rumah tangga. Perempuan dalam keluarga menjadi sosok manajer karena mengurusi berbagai hal, mulai dari ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 perempuan berperan ekstra. Perempuan dituntut kreatif dan inovatif untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

Menurutnya, dukungan dari suami dan orang tua yang memberi kepercayaan bisa melakukan peran ganda sangat berarti. "Kita harus memastikan kondisi kesehatan, terlebih kita bergerak di sektor publik, banyak kegiatan di luar dan bertemu masyarakat. Sehingga harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan, memastikan keluarga dalam kondisi sehat," ujarnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement